Kamis, 31 Mei 2018


Ku lihat hujan di luar sana
Entah mengapa aku tak ingat apa-apa
Apalagi untuk merindu
Sedikitpun tak terjadi padaku
Banyak orang menyukainya
Tapi tampak biasa saat aku melihatnya
Banyak orang menyimpan kenangan
Tapi selalu ingin ku lupakan

Rabu, 30 Mei 2018



Sudahlah, tak perlu kau tangisi
Hanya akan membuat sakit hati
Sudahlah, tak perlu kau pikirkan
Hanya akan membuatmu semakin tertekan
Sudahlah, tak perlu membalas
Hanya akan membuatmu semakin tak waras
Sudahlah, tak perlu berbicara
Beri senyuman dan katakan aku baik-baik saja

Selasa, 29 Mei 2018

Ini bukan tentang hati
Bukan pula tentang materi
Ini tentang janji
Janji yang selalu kau ingkari

Senin, 28 Mei 2018

Ada yang menanggapku gila
Saat aku tak perduli pada dunia
Ya, memang sedikit tak waras
Dan menjadikan diri semakin keras
Untuk menjaga hati yang terluka
Dari segala prasangka
Tak perlu berdiri paling atas
Hanya saja ingin berkelas
Agar tak selalu dihina
Tak pula dicela
Agar tak dianggap buruk
Tak pula busuk

Minggu, 27 Mei 2018

Aku dianggap jahat
Tapi nyatanya mereka lebih bejat
Aku pergi
Karena mereka ingkar janji
Bukannya aku lari
Hanya saja ingin menyelamatkan diri
Aku mengalah
Bukan berarti aku telah kalah
Hanya saja tak ingin lelah
Dan lebih memilih untuk pasrah
Karena aku punya Allah
Yang akan memberi arah dan hidayah


Sabtu, 26 Mei 2018

Aku pernah takut
Layaknya seorang pengecut
Aku boleh saja jatuh
Tapi aku belum lumpuh
Kau mungkin telah jauh
Tapi aku tak pernah berlabuh
Aku hanya beristirahat
Untuk mengatur siasat
Dan aku akan bangkit
Walau hanya dengan rakit
Memang sedikit sulit
Untuk berada di atas bukit

Jumat, 25 Mei 2018


Aku hanya ingin tenang
Mengubur rasa kian mendulang
Sampai rasa ini hilang
Aku tak akan pulang
Akan kembali datang
Dan buat kalian tercengang
Teruntuk para pecundang
Yang sangat garang
Berada di kandang

Kamis, 24 Mei 2018

Aku sempat ingin membalas
Atas luka yang masih membekas
Tapi aku sadar
Bahwa itu tidaklah wajar
Sebab aku percaya
Bahwa Allah selalu ada

Rabu, 23 Mei 2018

Hampir terbelenggu
Dalam jalan yang gelap dan buntu
Tapi maaf aku tak tertipu
Dalam bujuk rayumu
Berapa kali memimpikan hal yang sama
Entah itu pertanda
Ataukah cara untuk memperdaya
Mencoba menguasai diri dan menjadi bagian darinya (setan)

Selasa, 22 Mei 2018

Mencoba menghindar
Agar rasa itu kian memudar
Mencoba untuk diam
Agar rasa itu terkubur kian dalam
Mencoba untuk bangkit
Agar rasa itu tak semakin sakit
Mencoba untuk menerima
Agar semakin dekat denganNya
Mencoba untuk membuka
Agar bisa mendapatkan segalanya

Senin, 21 Mei 2018

Aku coba menutup pintu
Pintu hati yang sudah membeku
Dan ada yang mencoba mengetuk
Mencoba untuk masuk
Namun tetap tak perduli
Layaknya seperti bisu dan tuli
Bukan karena terlalu sakit
Hanya saja sangat sulit
Bukan pula karena terlalu sayang
Hanya saja tak ingin terulang
Tapi akan ada waktunya
Saat seseorang dapat menerima apa adanya
Dan aku telah mendapatkan segalanya

Minggu, 20 Mei 2018


Siapa yang pantas ku salahkan
Aku ?
Dia ?
Mereka ?
Ataukah
Takdir ?

Siapa yang akan aku mintai pertanggung jawaban ?
Dan, Siapa pula yang akan bertanggung jawab ?

Sabtu, 19 Mei 2018

Aku hampir menjadi pecundang
Mencoba untuk balas dendam atas sakit dan kekecewaan yang datang
Aku hampir menjadi pembangkang
Ketika lelah menunggu balasanNya datang
Aku hampir menjadi pengecut
Saat imanku mulai surut
Aku hampir mati
Saat iblis mencoba menguasai diri

Jumat, 18 Mei 2018

Malam itu beliau tampak lesu
Duduk dengan kusyu' tanpa cahaya lampu
Aku pura pura tak tahu
Ku tutup pintu dan ku matikan lampu
Beliau datang dan mengintip dibalik pintu
Berulang ulang dan melihat dengan pasti agar aku tak mengetahui
Ku dengar Isak tangis di kamar sebelah
Terdengar samar, dalam dan tertahan
Dan tanpa terasa akupun begitu
Ini bukan kali pertama
Hingga entah berapa lama, aku lupa

Kamis, 17 Mei 2018


Antara dia dan dirinya, 2 orang pendosa tetapi lebih mulia
Mengapa ? Karena dia dan dirinya lebih menghargai wanita
Dia yang katanya akan tetap menerima
Sedangkan dirinya yang katanya akan selalu menjaga
Dia yang selalu berusaha membuat bahagia
Sedangkan dirinya yang terkadang membuat amarah menggelora
Dia dan dirinya yang sampai saat ini tetap ada dan menerima
Namun, Siapa yang akan bertahan sampai akhir, dia ataukah dirinya ?

Rabu, 16 Mei 2018

Dan, saat mereka membicarakannya aku hanya diam
Rasa sakit dan perihpun kembali datang
Berkecamuk didalam hati, terbakar dan menggerola
Dendam yang sempat padam kini telah menyala
Hingga dalam mimpi aku membantai mereka
Aku bahagia, dan aku harap itu menjadi nyata

Selasa, 15 Mei 2018

Seseorang memilih diam bukan berarti lemah apalagi kalah
Hanya saja dia membiarkanmu menang dan senang
Karena dia bukan pecundang layaknya anjing rumahan
Yang hanya garang saat dikandang dan menggonggong dari kejauhan
Haha sungguh lucu peran yang kau mainkan
Lagi lagi kau mangaku pahlawan tapi nyatanya kau pecundang kawan


Senin, 14 Mei 2018

Ada segelintir orang yang berpura pura menjadi teman
Mendekati, memberi sedikit perhatian dan berbicara hati hati
Namun, dibelakang bermain peran bercerita dan mengambil bagian
Orang sepertimu datang karena penasaran, ingin tahu setiap pergerakan yang aku lakukan
Dan, kembali bermain peran, bercerita dan mengambil bagian
Begitu membosankankah hidupmu, sehingga hanya itu yang kau kerjakan
Ingin menjadi pahlawan tapi nyatanya kau pecundang kawan 😁

Jumat, 11 Mei 2018

Apa aku salah jika harus pergi dan meninggalkannya ?
Dan apakah kalian akan bertahan jika kalian telah dijatuhkan dan dikhianati?
Sebagian dari mereka menganggap ku jahat dan kejam atas keputusan ini 🙂
Tapi mereka mereka itu pula tidak tahu siapa yang lebih jahat dan kejam
Aku bukan orang baik, dan aku tak seburuk yang sebagain mereka bayangkan dan fikirkan
Aku pendosa
Pendosa yang berhak untuk bahagia dan melanjutkan masa depan yang sempat tertunda
Aku tak ingin menjadi pendosa yang tak punya masa depan dan berpendidikan
Siapa yang akan tahu seorang pendosa ini akan menjadi apa nantinya

Selasa, 08 Mei 2018

Ya, aku memang telah jatuh
Dan kau berhasil
Ya, aku menangis
Dan kau tertawa dengan girang
Aku mungkin saja telah lumpuh
Tapi, aku mencoba berdiri kembali
Karena banyak kaki kaki yang membuatku untuk berjalan kembali
Dan, aku belum sepenuhnya kalah dan tak akan kalah

Senin, 07 Mei 2018

Pernahkah merasa bahwa terkadang apa yang terjadi sangatlah tidak adil  ?
Bertanya-tanya mengapa, dan kenapa ?
Mengapa terjadi kepadaku ?
Kenapa harus aku ?
Membandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain
Berpikiran mereka selalu senang dan diri sendiri selalu susah
Bahkan merasa iri dan menyalahkan takdir Tuhan
Semua orang pasti mengalami hal ini
Dan, apakah sekarang kalian akan tetap seperti ini
Menyalahkan keadaan atau memperbaiki diri bahwasanya apa yang terjadi sesugguhnya berawal dari diri sendiri
Dan, Anjing gila kembali berulah
Menggonggong dari kejauhan, namun tak berani untuk melangkah
Berlagak seperti pahlawan, tapi pecundang
Dan pada saat itu pula, iblis menari dengan girang
Saat orang-orang bodoh telah terkontaminasi oleh bualan yang menjadi mengantar dalam tidur mereka
Kasihan, kepada siapa ??
Kepada korban ?
Kepada  orang bodoh ?
Atau, kepada pemeran utama yang selalu ingin diperhatikan ?